Al Wara Metode Salaf Mensucikan Diri

Kategori: Aqidah / Tauhid | 4 Kali Dilihat
Al Wara Metode Salaf Mensucikan Diri Reviewed by Toko Hasanah Muslim on . This Is Article About Al Wara Metode Salaf Mensucikan Diri

  Kode: AZ-023 Penulis: Imam Ahmad bin Hambal & Imam Ibnu Abi Dunya Tahqiq: Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al Hamud Penerbit: PUSTAKA AZZAM Berat: 1,9 kg   Al Wara Metode Salaf Mensucikan Diri : Di zaman sekarang, sikap wara’ sudah menjadi hal langka dan mungkin tidak populer di tengah-tengah… Selengkapnya »

Rating:

Hubungi Kami

Order via WA/SMS

085799995911

Pesan via WA/SMS: Ketik Nama Produk#Kode#Jumlah   serta Nama Pemesan# Alamat Lengkap dengan Kecamatan dan Kodeposnya   dikirim ke nomor: 085799995911
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Kg
02-03-2013
Detail Produk "Al Wara Metode Salaf Mensucikan Diri"

 

Kode: AZ-023
Penulis: Imam Ahmad bin Hambal & Imam Ibnu Abi Dunya
Tahqiq: Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al Hamud
Penerbit: PUSTAKA AZZAM
Berat: 1,9 kg

 

Al Wara Metode Salaf Mensucikan Diri :

Di zaman sekarang, sikap wara’ sudah menjadi hal langka dan mungkin tidak populer di tengah-tengah masyarakat, atau bahkan tidak pernah dikenal oleh kita. Sejak dulu Anas رضي الله عنه telah berpesan kepada para sahabatnya ketika mengingatkan mereka agar tidak terjerumus dalam perbuatan haram atau dosa besar, “Sungguh kalian biasa melakukan suatu perbuatan yang di mata kalian lebih ringan dibanding rambut, padahal kami di masa Rasulullah صلى الله عليه وسلم menganggapnya sebagai dosa yang membinasakan.” (HR. Al-Bukhari). Kalau saja Anas رضي الله عنه masih hidup, entah apa yang akan diucapkannya ketika melihat kondisi ummat Islam saat ini.

Sejatinya, Wara’ -yang didefenisikan oleh ulama dengan sikap menghindari hal-hal syubhat agar tidak terjerumus dalam perbuatan haram- tidak lain adalah buah dari sikap takut kepada Allah سبحانه وتعالى , Sebab, orang yang benar-benar takut kepada Allah سبحانه وتعالى akan mampu menahan diri dan mengendalikan hawa nafsunya untuk tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan murka-Nya. Tingkat kewara’an seseorang dapat diukur dari sejauh mana rasa takut kepada Allah سبحانه وتعالى yang bersemai di dalam hati, lantaran mempertimbangkan siksa-Nya yang sangat pedih, pengetahuan tentang Allah سبحانه وتعالى dan syari’at-Nya. Implementasi dari sikap ini akan mencetak insan bertakwa yang paripurna sehingga kita layak menyandang status umat terbaik yang muncul di tengah-tengah manusia.

 
Chat via Whatsapp