Sarana Berbelanja Buku Buku Islam
0811250988
085799995911
085799995911

hasanahmuslim@gmail.com
Menu

Berargumen Dengan Ungkapan: “Dalam Permasalahan ini Ada Perbedaan Pendapat”

Friday, December 26th 2014.

http://www.dreamstime.com/-image25073046

Allah Ta’ala berfirman:

(وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)

“Dan bahwa ini adalah jalanKu yang lurus maka ikutilah jalan itu. Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan selainnya karena semua jalan itu akan memecah belah kalian dari jalanNya. Itulah wasiatNya kepada kalian agar kalian bertakwa.” (QS. al An’am: 153)

Dan Allah Ta’ala berkata:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah ar Rasul, dan pemerintah di antara kalian. Jika kalian berbeda pendapat dalam satu hal maka kembalikanlah kepada Allah dan RasulNya, jika kalian memang beriman kepada Allah dan hari akhir. Hal itu lebih baik dan lebih bagus akibatnya.” (QS. an Nisa`)

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافًا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين من بعدي تمسكوا بها وعضو عليه بالنواجذ”

“Sesungguhnya siapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku, niscaya dia akan melihat perbedaan pendapat yang sangat banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk sepeninggalku. Berkomitmenlah kalian dengannya dan gigitlah ia dengan geraham kalian.” Sampai akhir hadits.

Inilah perintah Allah dan RasulNya kepada kita, yaitu jika kita diperhadapkan dengan perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum satu permasalahan, maka kita harus memilih mana di antara pendapat-pendapat mereka yang berlandaskan dalil dan membuang pendapat yang menyelisihi dalil. Karena perbuatan seperti ini merupakan tanda keimanan kepada Allah dan hari akhir, serta itu lebih baik bagi kita dan lebih bagus akibatnya. Allah juga menyebutkan bahwa kapan kita memilih pendapat yang menyelisihi dalil, maka itu akan mengeluarkan kita dari jalan Allah dan akan mengarahkan kita menuju jalan kebingungan dan kesesatan. Sebagaimana yang Dia kabarkan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani telah menjadikan para pendeta dan rahib mereka sebagai sembahan-sembahan selain Allah. Tatkala Adi bin Hatim radhiallahu anhu mengklarifikasi bagaimana bentuk mereka dijadikan sebagai sembahan selain Allah, Nabi shallallahu alaihi wasallam menjelaskan kepadanya bahwa makna ‘menjadikan mereka sebagai sembahan’ adalah menaati mereka dalam penghalalan apa yang Allah telah haramkan dan pengharaman apa yang telah Allah halalkan.

Di zaman ini, banyak orang yang jika engkau melihatnya beramal menyelisihi dalil lantas engkau melarangnya, maka dia akan berkata: ‘Dalam permasalahan ini ada perbedaan pendapat’. Maka dia berargumen dengan adanya perbedaan pendapat untuk melegalkan amalan yang dia lakukan tersebut, walaupun amalan itu jelas menyelisihi dalil. Jika demikian, apa bedanya dia dengan ahli kitab yang menjadikan para pendeta dan rahib mereka sebagai sembahan selain Allah?! Maka sudah sepatutnya mereka bertakwa kepada Allah dan mengetahui bahwa adanya perbedaan pendapat dalam masalah tersebut bukanlah alasan bagi mereka untuk menyelisihi dalil. Lebih parah lagi, tidak sedikit orang-orang bodoh yang berusaha menelusuri pendapat-pendapat yang ter-save di dalam komputer, berupa kutipan dari buku-buku yang memuat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Kemudia dia berfatwa dengan pendapat yang sesuai dengan keinginannya, tanpa berusaha membedakan mana pendapat yang berlandaskan dalil yang benar dan mana yang tidak. Dia tidak berusaha melakukannya, mungkin karena kebodohannya dan mungkin juga karena hawa nafsunya. Padahal orang yang bodoh tidak sepatutnya berkomentar mengenai syariat Allah dengan hanya berdasarkan apa yang dia baca atau lihat dalam file-file, sementara dia tidak mengetahui sejauh mana kebenaran pendapat itu dan sejauh mana pendapat itu bersandar pada al Kitab dan as Sunnah. Allah tidak pernah menyuruh kita untuk hanya merujuk kepada buku fiqhi tanpa pemahaman, bahkan Dia juga menyuruh kita untuk bertanya kepada orang yang berilmu. Allah Subhanahu berfirman:

(فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ)

“Maka bertanyalah kepada orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.” (QS. an-Nahl: 43)

Pengekor hawa nafsu tidak boleh menjadikan hawa nafsunya sebagai sembahannya, dengan cara dia memilih pendapat yang sesuai dengan keinginannya dan meninggalkan pendapat yang tidak sesuai dengan keinginannya. Allah Ta’ala berfirman:

(وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنْ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنْ اللَّهِ)

“Dan siapakah yang lebih sesat dibandingkan orang yang menuruti keinginannya tanpa petunjuk dari Allah?!” (QS. al Qashash: 50)

(أَرَأَيْتَ مَنْ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلاً)

“Tidakkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sembahannya?! Atau apakah engkau akan menjadi pelindung baginya?!” (QS. al Furqan: 43)

Orang yang berilmu tidak boleh memilihkan untuk masyarakat pendapat yang sesuai dengan kemauan mereka sehingga menyesatkan mereka dari jalan Allah, dengan dalih untuk memudahkan mereka, karena memberikan kemudahan itu dengan cara mengikuti dalil. Jangan dia lakukan itu agar dia tidak tergolong orang-orang yang Allah berfirman tentang mereka:

(لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ)

“Agar mereka menanggung dosa-dosa mereka secara sempurna pada hari kiamat, dan juga dosa orang-orang yang mereka sesatkan tanpa ilmu.” (QS. an Nahl: 25)

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita bersama dengan ilmu yang bermanfaat dan amalan yang saleh. Shalawat dan salam Allah senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga beliau, dan para sahabat beliau.

Ditulis oleh:

Syeikh Saleh bin Fauzan al Fauzan

Anggota Haiah Kibar al Ulama

Sumber: http://alfawzan.net/makalah/berargumen-dengan-ungkapan-dalam-permasalahan-ini-ada-perbedaan-pendapat

Buku Kisah Kisah Dalam Al Quran

20%

Rp 143.200 179.000
Buku Hidup Mulia Dengan Minhajun Nubuwwah

20%

Rp 108.000 135.000
Buku Terjemah Miftah Darus Sa’adah

20%

Rp 312.000 390.000
New
Buku Ensiklopedi Akhir Zaman

20%

Rp 159.200 199.000
New
Buku Surga dan Neraka

20%

Rp 100.000 125.000
New
Buku Shahih Fikih Sunnah Lengkap 5 Jilid

20%

Rp 580.000 725.000

Cari Produk

Produk Terbaru

Produk Bestseller