Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu- Minggu libur
Beranda » Artikel Terbaru » Puasa di Bulan Muharram

Puasa di Bulan Muharram

Diposting pada 7 November 2013 oleh

Soal:

Kapan dimulainya puasa di bulan Muharram atau puasa ‘asyura ? Apakah dimulai pada waktu awal bulan atau tengahnya atau akhirnya ? Berapa hari jumlah puasa di bulan Muharram ?

Jawab:

Pertanyaan ini dijawab oleh syaikh Abdullah bin Abdil Aziz bin Baz dalam sebagian fatwa Beliau,dengan mengatakan:

Rasululllah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيْضَةِ، صَلاَةُ اللَّيْلِ

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah (shalat) fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim, no. 1163)

Makna dari hadits ini adalah, bahwasanya Nabi berpuasa dari awal bulan hingga akhir bulan.Dari awal hingga akhir bulan, itulah makna hadits ini.

Namun dikhususkan puasa tanggal 9 dan 10 atau 10 dan 11 bagi orang yang tidak berpuasa secara penuh.Yang demikian ini karena Nabi pada masa jahiliyah berpuasa pada tanggal 10 dan orang quraisy-pun juga berpuasa.

Pada waktu Nabi tiba di kota Madinah, Beliau menjumpai orang-orang Yahudi berpuasa pada hari tersebut.Ketika Nabi menanyakan alasan puasa mereka maka mereka menjawab: ini adalah hari yang Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menghancurkan Fir’aun dan kaumnya.Musa berpuasa karena bersyukur kepada Allah dan kamipun ikut pula berpuasa.Mendengar penuturan orang-orang Yahudi tersebut maka Nabi mengatkan:

(نحن أحق وأولى بموسى منكم)

“ Kami lebih berhak dan lebih utama terhadap Musa, dibandingkan kalian”

Maka Nabi berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.

Sunnahnya seseorang berpuasa pada tanggal 9 dan 10 muharram atau tanggal 10 dan 11 muharram.Telah diriwayatkan dari Nabi, bahwasanya Beliau bersabda:

صوموا يوماً قبله ويوماً بعده

“ Puasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya”.

Dalam riwayat lain : “ Sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya”.

Dalam riwayat yang lain:

(لئن عشت إلى قابل لأصومن التاسع يعني مع العاشر)

“Sungguh jika saya masih hidup di tahun depan, saya akan berpuasa pada tanggal Sembilan (bersama dengan tanggal 10)”.

Inilah yang paling utama, yaitu puasa pada tanggal 10 karena hari yang agung dan di dapatkan di dalamnya kebaikan yang besar oleh nabi Musa dan kaum muslimin.

Nabi kita Muhammad berpuasa pada hari tersebut dan kamipun berpuasa tanggal 9 dengan sebab Nabi kita dan mengamalkan dengan apa yang disyari’atkan oleh Nabi.Dan kita berpuasa sehari sebelumnya atau sesudahnya dalam rangka menyelisihi orang Yahudi.Dan yang paling utama adalah puasa tanggal Sembilan dan sepuluh berdasarkan hadits:

(لئن عشت إلى قابل لأصومن التاسع)

“Sungguh jika saya masih hidup di tahun depan saya akan puasa pada tanggal Sembilan (bersama dengan 10)”.

Jika seseorang berpuasa tanggal 10 dan 11 atau tiga hari semuanya maka ia merupakan sesuatu yang baik dan di dalamnya terdapat penyelisihan terhadap orang Yahudi.Jika ia berpuasa 1 bulan penuh maka lebih utama baginya. ( Lihat di: http://www.binbaz.org.sa/mat/13761)

Wallahu a’lam bish shawab

Abu Zahrah al Anwar

Sumber: http://radiomajas.com/puasa-di-bulan-muharram/

Bagikan informasi tentang Puasa di Bulan Muharram kepada teman atau kerabat Anda.

Puasa di Bulan Muharram | Toko Buku Online Agama Islam hasanahmuslim.com

Komentar dinonaktifkan: Puasa di Bulan Muharram

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Temukan Kami
Sidebar Kiri
Kontak
Sidebar Kanan