Sarana Berbelanja Buku Buku Islam
0811250988
085799995911
085799995911

hasanahmuslim@gmail.com
Menu

Ringkasan Fikih Haji

Monday, September 22nd 2014.

Ringkasan Fikih Haji

[Bagian Pertama]:

Amalan-amalan Jama’ah  Haji Ketika Di Miqat

Ketika jama’ah haji sampai di miqat makaniyah [Dzulhulaifah-untuk penduduk Madinah atau orang yang melewatinya-  atau Yalam lam – untuk penduduk Yaman atau yang melewatinya- atau Dzatul irq-untuk penduduk Iraq atau yang melewatinya-  atau Qornul manazil –untuk penduduk Najed atau yang melewatinya- atau Juhfah-untuk penduduk Syam atau yang melewatinya- ] disyariatkan  melakukan hal – hal berikut ini:

1- Melepas  pakain lalu  mandi sebagaimana mandi janabat[1],membersihkan kuku dan memotongnya, memotong kumis , mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan[2]

2- Memakai pakaian ihram

Bagi kaum laki-laki disunnahkan memakai dua lembar kain [izar = pakaian bawah dan rida’= pakaian atas] yang  berwarna putih[3] sedangkan  kaum wanita tidak ada pakaian khusus untuk ihram akan tetapi  memakai pakaian seperti biasanya yang ia pakai ketika  keluar luar [menutupi seluruh auratnya] [4].

3- Memakai minyak wangi  pada badan dan kepala[5]

4- Mengucapkan talbiyah setelah shalat wajib  atau sunnah[6]

Rasulullah ketika bertalbiyah mengucapkan:

لبيك اللهم لبيك لبيك لا شريك لك لبيك إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك

 

“ Ya Allah aku penuhi panggilanMu, “ Ya Allah aku penuhi panggilanMu,Tiada sekutu bagimu,  aku penuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji beruntaikan kecintaan dan pengagungan untukMu,seluruh kenikmatan dan kerajaan adalah semata-mata hanya untukmu, Tiada sekutu bagimu”.[H.R.Muslim:1218]

 

Dalam hadits yang lain disebutkan bahwasanya Rasulullah mengatakan dalam talbiyahnya:

لَبَّيْكَ إِلَهَ الْحَقِّ لَبَّيْكَ

 

“Aku penuhi panggilanMu, Wahai sesembahan yang haq. Aku penuhi panggilanMu”. [H.R.Ibnu Majah:2920 dan dishahihkan oleh syaikh al Albaniy dalam shahih sunan Ibnu Majah:2363]

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

*       Apabila melakukan haji qiran [berihram untuk haji dan sekaligus umrah] maka sebelum mengucapkan talbiyah tersebut di atas terlebih dahulu mengucapkan :

“Labbaika  umratan wa hajjan” [Aku penuhi panggilan-Mu dengan melakukan   haji dan umrah secara bersamaan]

*       Apabila melakukan haji tamatu’ [berihram untuk umrah lalu tahalul darinya kemudian berihram untuk haji di tanggal 8 dzulhijjah] maka sebelum mengucapkan talbiyah tersebut di atas terlebih dahulu mengucapkan :

“Labbaika  umratan” [Aku penuhi panggilan-Mu dengan melakukan   umrah ]

*       Apabila melakukan haji ifrad  [berihram untuk  haji tanpa umrah ] ] maka sebelum mengucapkan talbiyah tersebut di atas terlebih dahulu mengucapkan :

““Labbaika  hajjan” [Aku penuhi panggilan-Mu dengan melakukan haji ]

Dan bagi jama’ah umrah disunnahkan  memperbanyak mengucapkan talbiyah dari awal ihram [dengan mengangkat suaranya[7] ] hingga menyentuh hajar aswad ketika akan berthawaf  [8] sedangkan bagi jama’ah haji disunnahkan  memperbanyak mengucap kan talbiyah dari awal ihram [dengan mengangkat suaranya ] hingga  melempar jamrah kubra tanggal 10 dzulhijjah[9].

Wallahu a’lam bish shawab

Disadur dari kitab  Tuhfatu as Salik  karya syaikh Sulaiman bin Abdullah bin Muhammad bin Abdul Wahhab, dengan tambahan dari beberapa referensi.

 

Oleh :Abu Qushaiy Zaenuddin al Anwar

 

 

 

 

 


[1] Ibnu Umar mengatakan: Sesungguhnya termasuk sunnah bagi seseorang yang akan ihram adalah mandi apabila akan berihram dan memasuki kota Makkah [Atsar riwayat Ibnu Abi Syaibah:3/423,al Hakim:1/447].Ibnu Mundzir telah menukil adanya ijma’ dalam masalah ini  dan ini adalah madzhab imam empat [lihat tahqiq tuhfatu salik:19]

Ibnu Mundzir telah menukil pula adanya ijma’ ulama’ bahwasanya berihram tanpa mandi adalah boleh [lihat

Al Mughni fi fiqh haji wal umrah karya Sa’id ba Syanfar:96]
[2] Agar tidak membutuhkan semua ini ketika ihram,sedangkan semua ini tidak diperbolehkan ketika ihram [Mughni karya Ibnu Qudamah:5/56]
[3] Diriwayatkan dari jalur Ibnu Abbas bahwa Rasulullah memakai izard an rida’ [H.R.Bukhari:1545] dan menganjurkan memakai kain berwarna putih [H.R.at Tirmidziy:999 dan Abu Dawud:3860]
[4]. Para ulama’ telah sepakat atas hal ini [Mughni Ibnu Qudamah:5/56 dan maratib ijma’ Ibnu Hazm:43]
[5] Aisyah mengatakan: Aku meminyaki Rasulullah untuk ihramnya sebelum berihram dan untuk tahalulnya sebelum thawaf di baitullah al haram [H.R.Bukhari:1189,Muslim:1189]
[6] [ Lihat hadits Umar riwayat Bukhari:1534] Dan diriwayatkan bahwasanya Rasulullah shalat dua raka’at di dzilhulaifah [H.R.Muslim:1184].Berdasarkan hadits ini jumhur berpendapat disunnahkannya berihram setelah shalat 2 raka’at untuk ihram.
[7] Rasulullah bersabda: “Jibril berkata kepadaku “ Wahai Muhammad perintahkan sahabat-sahabatmu untuk mengeraskan suara talbiyah mereka”[H.R.At Tirmidziy:830]
[8] Berdasarkan hadits Amr bin Ash: Rasulullah melaksanakan umrah 3 kali semuanya di bulan dzilqo’dah dan Beliau bertalbiyah hingga menyentuh hajar aswad”.H.R.Ahmad:2212,6685
[9] Rasulullah terus –menerus  bertalbiyah hingga melempar jamrah aqabah [ tanggal 10 dzulhijjah],sebagaimana disebutkan  dalam  H.R.Bukhari:1544 dari jalur Ibnu Abbas.Inilah madzhab jumhur ulama’ sahabat,tabi’in dan para fuqaha di berbagai negeri sebagaimana disebutkan imam an Nawawiy dalam syarh Muslim [lihat al mughni fi fiqhi haji wal umrah karya Sa’id ba Syanfar]

New
Buku Surga dan Neraka

20%

Rp 100.000 125.000
New
Buku Shahih Fikih Sunnah Lengkap 5 Jilid

20%

Rp 580.000 725.000
Buku Mengatasi Sihir dan Kesurupan

20%

Rp 44.000 55.000
Rp 125.000
New
Buku Peperangan Rasulullah

20%

Rp 119.200 149.000
Buku Ensiklopedi Fikih Wanita

20%

Rp 120.000 150.000