Kiat Kiat Islam Mengatasi Kemiskinan

Kategori: Aqidah / Tauhid | 8 Kali Dilihat
Kiat Kiat Islam Mengatasi Kemiskinan Reviewed by Toko Hasanah Muslim on . This Is Article About Kiat Kiat Islam Mengatasi Kemiskinan

  Kode: TQW-003 Pengarang: Yazid Abdulqodir Jawaz Penerbit: PUSTAKA AT-TAQWA Berat: 0,3 kg   Kiat Kiat Islam Mengatasi Kemiskinan : Islam berusaha mengatasi kemiskinan dan berusaha keras untuk mencari jalan keluarnya serta mengawasi kemungkinan dampak yang timbul karenanya, gunan menyelamatkan ‘aqidah, akhlak, amal perbuatan, memelihara kehidupan rumah tanggga, dan melindungi… Selengkapnya »

Rating:

Hubungi Kami

Order via WA/SMS

085799995911

Pesan via WA/SMS: Ketik Nama Produk#Kode#Jumlah   serta Nama Pemesan# Alamat Lengkap dengan Kecamatan dan Kodeposnya   dikirim ke nomor: 085799995911
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Kg
07-06-2013
Detail Produk "Kiat Kiat Islam Mengatasi Kemiskinan"

Kiat-Kiat-Islam-Cover-Depan

 

Kode: TQW-003
Pengarang: Yazid Abdulqodir Jawaz
Penerbit: PUSTAKA AT-TAQWA
Berat: 0,3 kg

 

Kiat Kiat Islam Mengatasi Kemiskinan :

Islam berusaha mengatasi kemiskinan dan berusaha keras untuk mencari jalan keluarnya serta mengawasi kemungkinan dampak yang timbul karenanya, gunan menyelamatkan ‘aqidah, akhlak, amal perbuatan, memelihara kehidupan rumah tanggga, dan melindungi kestabilan dan ketentraman masyarakat, di samping itu juga untuk mewujudkan jiwa persaudaraan antara sesama kaum muslimin.

Miskin dan kaya keduanya sama-sama merupakan cobaan dan ujian bagi seorang hamba. Orang yang miskin diuji dengan kefakirannya, apakah ia bisa bersabar atau tidak.
Sementara orang kaya diuji dengan kekayaannya, apakah ia dapat bersyukur, ataukah kufur terhadap nikmat Allah ta’ala.

Manusia yang paling beruntung adalah yang bertaqwa kepada Allah ta’ala dengan mentauhidkan-Nya dan menjauhkan syirik, serta benar dala menjalankan ibadah kepada-Nya. Orang kaya hendaklah beribadah dengan cara bersyukur. Artinya, ia melaksakan perintah Allah dan menjauhkan larangan-larangan-Nya, menggunakan harta dan kekayaannya dalam rangka melaksakan keta’atan kepada Allah dan RAsul-Nya, menuntut ilmu, melksakan shalat, meneluarkan zakat, sedekah, membantu sanak kerabat yang miskin dan papa, menolong orang miskin dan orang-orang yang susah, memberikan makan kepada orang-orang yang lapar dan membutuhkan, meminjamkan harta kepada orang-orang yang kesulitan, melaksakan ibadah haji, umrah dan ibadah-ibadah lainnya.

Adapun orang miskin hendaklah beribadah dengan cara bersabar atas apa yang menimpanya. Artinya, ia bersabat atas kefakiran dan kemiskinan yang telah ditakdirkan oleh Allah ta’ala, tetapi ia tetap berusaha mencari nafkah dengan sungguh-sungguh dan senantiasa mensyukuri nikmat Allah yang dikaruniakan kepadanya, merasa puas dan cukup dengan apa-apa yang Allah karuniakan.

Jadi orang yang mulia di sisi Allah ta’ala adalah orang yang bertaqwa, apakah ia orang kaya atau ia orang miskin.

 
Chat via Whatsapp