Polemik Perayaan Maulid Nabi

Kategori: Aqidah / Tauhid | 605 Kali Dilihat
Polemik Perayaan Maulid Nabi Reviewed by Toko Hasanah Muslim on . This Is Article About Polemik Perayaan Maulid Nabi

Kode: NAB-001 Penulis: Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi Penerbit: PUSTAKA AN-NABAWI Berat: 0,4 kg Deskripsi : Bila bulan Rabiul Awal tiba. mayoritas kaum muslimin seakan tak sanggup melupakan sebuah acara rutin tahunan hasil warisan nenek moyang, yaitu perayaan maulid Nabi. Sebuah perayaan yang sudah mendarah daging dan mengakar di… Selengkapnya »

Rating:

Hubungi Kami

Order via WA/SMS

085799995911

Pesan via WA/SMS: Ketik Nama Produk#Kode#Jumlah   serta Nama Pemesan# Alamat Lengkap dengan Kecamatan dan Kodeposnya   dikirim ke nomor: 085799995911
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Kg
10-11-2010
Detail Produk "Polemik Perayaan Maulid Nabi"

Polemik Perayaan Maulid Nabi
Kode: NAB-001
Penulis: Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi
Penerbit: PUSTAKA AN-NABAWI
Berat: 0,4 kg

Deskripsi :
Bila bulan Rabiul Awal tiba. mayoritas kaum muslimin seakan tak sanggup melupakan sebuah acara rutin tahunan hasil warisan nenek moyang, yaitu perayaan maulid Nabi. Sebuah perayaan yang sudah mendarah daging dan mengakar di hati mayoritas masyarakat di belahan dunia. tak ketinggalan negeri kita, Indonesia. Tak hanya sampai di situ, perayaan ini juga diminati dan didukung oleh gerakan-gerakan dakwah Islamiyah. Seorang tokoh lainnya mengatakan bahwa salah satu inti dasar harakah Islamiyah adalah menghidupkan perayaan perayaan Islamiyah dan mengingatkan manusia dengannya. Masalah perayaan maulid Nabi merupakan polemik besar di kalangan kaum muslimin. Kitapun tidak boleh gegabah dalam menghukumi acara ritual yang semarak seperti ini. Namun yang perlu dicatat bagi setiap muslim yang menghendaki kebenaran adalah menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai hakim dalam setiap perselisihan. …kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya)Jika kamu benar-benarberiman kepada Allah dan had kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa [4]: 59)Tulisan ini hanyalah salah satu usaha kami untuk meringkas penjelasan ulama tentang masalah ini dengan harapan agar kaum muslimin mengetahui hakekat hukum masalah ini. Kita memohon kepada Allah agar menampakkan kebenaran kepada kita dan memudahkan kita untuk menerima dan mengamalkannya.

 
Chat via Whatsapp