Politik Islam Siyasyah Syariyah

Kategori: Aqidah / Tauhid | 12 Kali Dilihat
Politik Islam Siyasyah Syariyah Reviewed by Toko Hasanah Muslim on . This Is Article About Politik Islam Siyasyah Syariyah

  Kode: MMU-005 Pengarang: Abdul Hakim bin Amir Abdat Penerbit: MAKTABAH MUAWIYAH BIN ABI SUFYAN Berat: 0.8 Kg   Politik Islam Siyasyah Syariyah : Pada hakikatnya, pada perjalanan kali ini, kaum muslimin tengah menjalankan satu siasat politik yang sangat jitu sekali, hal itu disebabkan bahwa kaum muslimin akan memberikan kepada… Selengkapnya »

Rating:

Hubungi Kami

Order via WA/SMS

085799995911

Pesan via WA/SMS: Ketik Nama Produk#Kode#Jumlah   serta Nama Pemesan# Alamat Lengkap dengan Kecamatan dan Kodeposnya   dikirim ke nomor: 085799995911
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU :
Kg
05-09-2013
Detail Produk "Politik Islam Siyasyah Syariyah"

Politik-Islam-Syiasyah-Syar

 

Kode: MMU-005
Pengarang: Abdul Hakim bin Amir Abdat
Penerbit: MAKTABAH MUAWIYAH BIN ABI SUFYAN
Berat: 0.8 Kg

 

Politik Islam Siyasyah Syariyah :

Pada hakikatnya, pada perjalanan kali ini, kaum muslimin tengah menjalankan satu siasat politik yang sangat jitu sekali, hal itu disebabkan bahwa kaum muslimin akan memberikan kepada kaum musyrik Quraisy Mekkah dua pilihan, yang kedua-duanya sama- sama akan memojokkan dan menjatuhkan citra mereka di mata bangsa Arab.Dua pilihan tersebut adalah: Pertama, membolehkan atau mengizinkan kaum muslimin untuk memasuki kota Mekkah untuk berthawaf melaksakan umrah di masjidil Haram. Kedua, mencegah atau melarang kaum muslimin untuk memasuki kota Mekkah untuk berthawaf di Masjidil Haram.

Seandainya kaum musyrik Quraisy memilih pilihan yang pertama; untuk membolehkan kaum muslimin memasuki Masjidil Haram, maka bangsa Arab akan mengatakan bahwa kaum muslimin telah berhasil memaksa kaum musyrikin untuk mengalah.Apabila mereka memilih untuk mencegah kaum muslimin memasuki Masjidil Haram, maka bangsa Arab akan mengatakan bahwa kaum musyrik

Quraisy telah melarang orang-orang yang telah berniat suci untuk menziarahi dan mengagungkan Ka bah yang telah menjadi tempat suci bagi bangsa Arab saat itu. Niscaya akan hilanglah isu yang beredar dan ditujukan kepada kaum muslimin selama ini, bahwa kaum muslimin telah menginjak-injak kehormatan tempat suci Allah Subhanahu wa Taala.

Pada saat keberangkatan beliau ini, Rasululah telah jelas-jelas mengumumkan kepada seluruh manusia bahwa kedatangan beliau bersama para Shahabatnya ke kota Mekkah adalah hanya untuk mengunjungi baitullah (Kabah) dan sama sekali tidak untuk berperang.

Ini merupakan suatu kesempatan bagi kaum muslimin untuk mengambil simpati bangsa Arab, oleh sebab itulah, maka setelah Perjanjian Hudaibiyah, banyak dari bangsa Arab yang masuk ke dalam agama Islam dengan berbondong-bondong.

Inilah yang disebut dengan Politik Islam Siyasyah Syariyah. Simaklah dengan baik siasat politik jitu lainnya dari Rasulullah dalam menghadapi siasat licik musuh-musuh Allah dalam buku yang ada di tangan pembaca ini…. Selamat menyimak.

 
Chat via Whatsapp